Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

BUMN Bio Farma Perhatikan Aspek Kehalalan Vaksin Covid-19

Rabu, 12 Agustus 2020 | Agustus 12, 2020 WIB Last Updated 2020-12-02T08:52:20Z

PT Bio Farma merupakan BUMN produsen Vaksin dan Antisera. (Foto : jabarprov.go.id)

Hallotangsel.com, Bandung - Bio Farma, BUMN Vaksin yang mendapatkan tugas untuk memproduksi vaksin Covid-19 wajib menjamin kehalalannya.


Corporate Secretary PT Bio Farma Bambang Heriyanto mengatakan penetapan halal dan tidaknya vaksin produksi Bio Farma menjadi hal penting dan selama ini pun selalu menggandeng LPOM -MUI untuk menetapkan kehalalan vaksin.


"Alhamdulillah selama ini halal menjadi konsen penting kami. Tetapi untuk menetapkan hal itu menjadi domain LPOM-MUI," tegasnya dalam media briefing, Rabu (12/8/2020).


Ia menegaskan untuk vaksin Covid-19, kehrusana halal juga menjadi pertimbangan penting. Bahkan Bio Farma sudah melakukan komunikasi beberapa kali dengan MUI. Sertifikasi halal baru akan diteliti setelah vaksin tersebut mendapatkan  ijin edar dari Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM).


"Nanti sejalan dengan proses registrasi baru bisa diberikan. Sebab produk bisa mendapatkan sertifikasi halal setelah teregistrasi, bukan pada masa uji klinis," tegasnya.


Namun menurutnya, dari komunikasi yang dijalin dengan produsen Sinovac Tiongkok, sudah dijami jika bahan baku yang digunakan adalah halal, tanpa ada strain dari babi.


"Tapi kami belum bisa mengatakan ini halal, itu domain LPOM-MUI. Kalau pihak Sinovac sendiri sudah menjamin tidak ada pork strain, alias halal," tegasnya. 


Jika perlu, menurutnya, LPOM-MUI akan ke Tiongkok untuk memastikannya. Untuk diketahui, selama ini proses untuk mendapatkan sertifikasi halal memerlukan waktu paling cepat enam bulan, itupun saat kondisi normal sebelum pandemi. (jbr)

×
Berita Terbaru Update