Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Warga Bunar Demo, Minta Pengembang Grand Harmoni Ngasih Akses Jalan

Rabu, 09 September 2020 | September 09, 2020 WIB Last Updated 2020-09-11T06:45:13Z

Warga menuntut agar koordinator keamanan Grand Harmoni dipecat karena telah membuat keadaan tidak kondusif (Foto: Rob)


Hallotangsel.com, Sukamulya - Puluhan Warga geruduk Kantor Desa Bunar Kecamatan Sukamulya, Aksi warga tersebut menuntut kepada pengembang Perumahan Grand Harmoni 2 Balaraja untuk membangun jalan penghubung antara Kampung Kopo dan Pekong Saga.

Warga berunjuk rasa berorasi di depan kantor Desa Bunar dengan membentangkan Spanduk dan karton yang bertuliskan tuntutan, aksi tersebut berjalan kondusif.

Pantauan wartawan di lapangan, warga berkumpul sejak pukul 14:15 di depan kantor desa Bunar, koordinator aksi Oji mengatakan, saat ini warga merasa resah akibat digusurnya akses penghubung menuju jalan Saga - Bunar.

Padahal sebelum adanya perumahan, warga Kampung Kopo Desa Bunar bisa dengan mudah menuju wilayah Kampung Pekong Desa Saga.

"Akses tersebut merupakan jalan alternatif menuju Saga dari Kampung Kopo, kalau tidak dibangun jelas warga mengeluh,"kata Oji.

Sementara warga desa Bunar, Dimyati mengatakan saat ini telah terjadi konflik sosial akibat adanya intervensi dari oknum koordinator keamanan pengembang Grand Harmoni, yang mengakibatkan kurang sinerginya antara pengembang dengan lingkungan.

"Kami atas nama masyarakat, menuntut agar koordinator keamanan Grand Harmoni dipecat karena telah membuat keadaan tidak kondusif," terang Dimyati.

Respon Grand Harmoni

Sementara Lia selaku perwakilan pengembang Perumahan Grand Harmoni 2 Balaraja pada saat di wawancarai menolak berkomentar, dan menyerahkan tuntutan warga tersebut kepada Kepala Desa.

"Saya serahkan kepada Kepala Desa Bunar saja," tandasnya.

Kepala Desa Bunar Amid mengatakan apabila seminggu tidak ada penyelesaian maka perusahaan tersebut akan ditutup secara tertulis.

Nanti kalau warga sudah adem dan tenang kami akan ke lokasi bersama warga beserta pengembang, kalau untuk sekarang warga masih memanas.

"Harapan saya tetap selesai dengan warga supaya kondusif, nanti saya sampaikan ke warga dan percayai kepala desa," pungkasnya.(rob)
×
Berita Terbaru Update