Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Anak Wawalkot Tangerang Konsumsi Narkoba Sejak 2018

Selasa, 10 November 2020 | November 10, 2020 WIB Last Updated 2020-11-11T04:53:49Z

Anak Wakil Walikota Tangerang, Sachrudin diduga terlibat dalam kasus narkotika. (Foto: Pixabay.com)

Hallotangsel.com, Tangerang
- Sidang lanjutan anak Wakil Walikota Tangerang, Sachrudin  dan tiga orang temannya yang diduga terlibat dalam kasus narkotika digelar Pengadilan Negeri Kota Tangerang, Jalan TMP Taruna, Kota Tangerang, Banten, Senin (9/11/2020).


Agebda sidang ke-3 ini adalah pemeriksaan saksi mahkota dan masih berjalan secara virtual.


Dalam sidang yang berlangsung sekira satu jam lebih tersebut, anak Wakil Walikota berinisial AKM terlihat berbelit-belit dibanding dengan ketiga orang saksi mahkota  lainnya, seperti Dede, Syarifudin dan Taufik.


Ia menyebutkan bahwa satu gram sabu yang dibelinya melalui perantara Syarifudin dengan harga 1,6 juta merupakan patungan dengan Dede dan Taufik. Dalam patungan itu, AKM membantah jika dirinya mengeluarkan uang 800 ribu, atau lebih besar daripada Taufik  dan Dede yang masing-masing 400 ribu.


“Saya memang transfer uang kepada Taufik 800 ribu untuk membeli sabu. Tapi dari jumlah tersebut 400 ribunya milik Syarifudin yang saya hutang saat membeli ikan padanya,” terangnya di dalam persidangan yang diliput rri.co.id.


Namun, ketika ditanya oleh tim jaksa penuntut umum (JPU) yang diketuai oleh Ghojali bahwa di chatting yang dikirimkan oleh anak Ketua DPD Partai Golkar Kota Tangerang itu kepada Taufik adalah murni patungan dari dirinya, AKM berkilah bahwa penjelasan pembayaran hutang kepada Syarifudin disampaikan kepada Taufik melalui jaringan telepon.


Begitu pula ketika saksi lainnya mengatakan, bahwa mereka sudah dua kali membeli dan mengkonsumsi sabu secara bersama-sama di rumah Dede di Kawasan Cipondoh, Kota Tangerang.


AKM mengaku, baru melakukannya sekali.


Saat ditanya oleh JPU, akhirnya AKM menyatakan, dirinya  mengkonsumsi sabu sejak tahun 2018 silam. Dan terakhir mengkonsumsi barang terlarang tersebut tiga hari sebelum ia ditangkap oleh petugas kepolisian dari Polda Metro Jaya pada 6 Juni 2020. Sedangkan ketiga orang temannya mengkonsumsi barang tersebut sejak 2019.


Setelah sidang pemeriksaan saksi mahkota usai, tim pengacara meminta kepada Majelis Hakim untuk mendatangkan saksi ahli dalam persidangan yang akan datang. Kemudian oleh Majelis Hakim R Aji Suryo dan dua orang anggotanya Sucipto serta Elly Istiyani permintaan tersebut dikabulkan.


”Ya, sidang lanjutan dengan mendatangkan saksi ahli digelar pada pekan datang atau Senin, (16/11/2020) nanti,” tutupnya. (rad)


×
Berita Terbaru Update