Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Tuh Kan, Dua Saksi Beratkan Perkara Anak Wakil Walikota

Selasa, 03 November 2020 | November 03, 2020 WIB Last Updated 2020-12-02T08:38:42Z


Narkoba jenis sabu. (Foto: Mitratoday.com)


Hallotangsel.com, Tangerang
- Sidang lanjutan perkara narkoba jenis sabu anak Wakil Walikota Tangerang Sachrudin, AKM di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, menghadirkan keterangan dua orang saksi. 


Berdasarkan fakta persidangan, terungkap AKM melakukan transfer uang senilai total 800 ribu kepada Taufik, untuk dibelikan sabu seberat 1 gram senilai 1,6 juta. Nahas, sebelum pesta dimulai, AKM tertangkap polisi. 


Riskiyono, saksi polisi dari Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya mengatakan, pada hari Sabtu 6 Juni 2020, pihaknya mendapat informasi akan adanya pesta sabu, di Kota Tangerang. 


"Pada hari Sabtu tanggal 6 Juni 2020, kami mendapatkan informasi ada penyalahgunaan narkotika di Taman Bunga V, Kota Tangerang," kata Riski, di Pengadilan Negeri Tangerang yang diliput rri.co.id, Senin (2/11/2020) petang. 


Setelah itu, pihaknya bersama tim melakukan pengamatan terhadap rumah, sesuai info yang didapatkan. Setelah beberapa jam, Dede salah seorang terdakwa keluar dari rumah. 


"Sekitar jam 00.15, terlihat orang yang kami curigai, yakni Dede. Dia menunggu temannya Syarif. Lalu kita hampiri dan kita perkenalkan diri dari Direktorat Narkoba, dan kita lakukan penggeledahan," sambungnya. 


Saat masuk ke dalam kamar, di sana sudah ada Taufik. Polisi pun memeriksa jaket Taufik dan ditemukan satu klip sabu seberat 0,51 gram. Polisi juga menemukan paket ganja. 


"Lalu kita geledah kamarnya. Ada temannya Taufik dan di jaket Taufik ditemukan sau 1 klip sabu seberat 0,51 gram dan ganja 7,3 gram, dan kertas coklat berisi batang ganja, dan 1 kertas putih yang berisikan ganja," jelasnya. 


Di atas kasur juga polisi menemukan sabu 0,31 gram, serta alat isap sabu, yakni bong. Dari pemeriksaan polisi, Taufik usai menggunakan sabu, berikut temannya Dede. 


"Jadi sabu itu hasil patungan untuk dipakai bersama-sama. Pada saat itu, AKM belum datang dan kita cek HP dan interogasi terdakwa, AKM sedang dalam perjalanan menuju rumah tersebut," ungkap Riski lagi. 


Dari fakta persidangan itu terungkap, bahwa selain menstransfer uang senilai 800 juta, AKM juga ingin memakai sabu dan ganja bersama-sama temannya di rumah tersebut. 


"Lalu kita interogasi terhadap Taufik, bahwa Akmal ingin memakai bersama di rumah tersebut. AKM sudah transfer ke rekening Taufik sebesar 800 ribu untuk membeli sabu. Jam 1 pagi, AMM datang," paparnya. 


Polisi pun langsung memeriksa AKM dan mengecek HP nya. Ternyata benar, bahwa dia yang menstranfer uang kepada Taufik untuk membeli sabu digunakan bersama-sama. 


"Kalau ganjanya milik Dede. Sabu dibeli dari Syarif. Jadi taufik memesan kepada Syarif sebanyak 1 gram, lalu Taufik mengajak AKM dan ditransfer AKM 800 ribu. Lalu Taufik transfer ke Syarif 800 ribu," bebernya. 


Sedangkan pelunasan 800 ribu lainnya dibayar cash. Sehingga, jumlahnya pas 1,6 juta. Tidak hanya menjual, Syarif juga ikut memakai sabu bersama teman-temannya itu. 


"Jadi Syarif datang ke situ, karena ingin memakai bersama-sama. Syarif dapat sabu dari Suhada yang kini masih DPO. Syarif beli dari Suhada 1,5 juta. AKM belum memakai, tapi dia membeli," tuntasnya. (rad)

×
Berita Terbaru Update